OPERASI BIOREAKTOR

Sebuah bioreaktor adalah suatu alat atau sistem yang mendukung aktivitas agensia biologis. Dengan kata lain, sebuah bioreaktor adalah tempat berlangsungnya proses kimia yang melibatkan mikroorganisme atau enzim yang dihasilkan oleh suatu mikroorganisme. http://id.wikipedia.org/wiki/Teknik_bioproses

MENGENALI KOMPONEN ALAT BIOREAKTOR

Komponen bioreaktor ini disajikan pada gambar di bawah yang terdiri dari :

A. Kabel Power
B. Motor pengaduk
C. Tutup Reaktor
D. Box/Panel Kontrol
E. Kondensor
F. Flowrate Aerator
G. Corong Input
H. Manhole Input
I. Badan Reaktor
J. Jendela Pengintip
K. Sambungan Sensor Kontrol
L. Pipa Input Media Pendingin
M. Valve Output

Kabel Power

Kabel power berfungsi untuk menghubungkan shaker dengan sumber listrik. Kabel power harus dihubungkan dengan sumber listrik dengan tegangan 220 volt 50 Hz.

M otor Pengaduk

Motor pengaduk berfungsi sebagai penggerak pengaduk media dalam bioreaktor. Motor pengaduk adalah berupa motor 3 phase 0,5 HP.

Tutup Reaktor

Tutup reaktor berfungsi sebagai penutup badan reaktor agar terhindar dari kontaminasi lingkungan luar dan juga sebagai pendukung kedudukan motor pengaduk. Penutup dikuatkan ke badan reaktor dengan pengencang baut, sehingga sekali-kali dapat dibuka/dipisahkan dari badan reaktor.

Box/Panel Kontrol

Box/panel control adalah tempat unit pengontrol ditempatkan. Ada beberapa unit pengontrol yaitu

Saklar Power

Saklar power berfungsi untuk menghidupkan/mematikan operasi. Ada tiga saklar power, 1) saklar power untuk menghidupkan/mematikan motor pengaduk, 2) saklar power untuk menghidupkan/mematikan pemanas dan 3) saklar power untuk menghidupkan/mematikan pendingin.

Pengontrol Suhu

Pengontrol suhu berfungsi untuk megatur suhu operasi dalam reaktor agar sesuai dengan kebutuhan. Seting suhu dilakukan secara analog dengan cara menset suhu operasi. Suhu operasi aktual akan terlihat pada display secara digital.

Speed Controler

Speed controller berfungsi untuk mengatur jumlah putaran pengaduk yang dilakukan saat operasi. Pengaturan ini delakukan dengan memutar tombol lalau atur sesuai kebutuhan. Perhatikan pada bagian indikator putaran akan menunjukkan jumlah putaran sesuai dengan arah putaran pada saklar speed controller. Putaran saklar ke searah jarum jam akan mengubah jumlah putaran semakin besar dan sebaliknya.

Kondensor

Kondensor berfungsi untuk mengembunkan cairan yang menguap selama operasi berlangsung dalam reaktor dan mengembalikan lagi ke tangki reaktor. Dengan cara ini maka konsentrasi media dalam reaktor diharapkan tidak banyak terjadi perubahan akibat kehilangan cairan selama operasi berlangsung. Agar kondensor dapat berfungsi dengan baik, maka perlu pendinginan dengan media pendingin.

Flowrate Aerator

Flowrate aerator berfungsi untuk mengatur jumlah udara yang dimasukkan ke dalam reaktor selama operasi berlangsung. Jumlah volume udara yang dialirkan dapat terlihat pada display aliran.

Corong Input

Corong input berpungsi untuk memuat bahan/media yang akan diproses dalam reaktor secara perlahan-lahan. Corong input dapat juga disambungkan dengan menggunakan selang untuk input menggunakan pompa.

Manhole Input

Manhole input berfungsi untuk pemuatan bahan/media ke dalam reaktor secara cepat. Manhole input dikuatkan pada tutup reaktor dengan menggunakan pengencang baut yang mudah dibuka/dikencangkan.

Badan Reaktor

Badan reaktor adalah tangki reaktor tempat media diproses. Badan reaktor berupa tangki berjaket untuk operasi pendinginan jika diperlukan. Di bagian bawah ditempatkan filament pemanas untuk sterilisasi dan pemanasan saat proses jika diperlukan.

Jendela Pengintip

Jendela pengintip berfungsi untuk melihat atau memperhatikan secara visual kondisi opersi dalam reaktor selama proses berlangsung.

Sambungan Sensor Kontrol

Sambungan sensor control berupa cadangan, disiapkan jika dikemudian hari bioreaktor akan dilengkapi dengan alat pengontrol tambahan, sehingga proses dapat berlangsung lebih terkontrol sesuai dengan kedinginan.

Pipa Input Media Pendingin

Pipa input media pendingin berfungsi untuk mengalirkan media pendingin berupa air dingin untuk mendinginkan media selama berlangsungnya proses jika diperlukan. Operasi pendinginan akan berjalan otomatis, sehingga suhu dalam reaktor sesuai dengan yang diharapkan (kondisi preset).

Valve Output

Valve output berfungsi untuk memanen hasil proses dalam reaktor. Pemanenan dilakukan dengan cara membuka valve lalu menampungnya di bagian bawah valve.

CARA PENGOPERASIAN

Untuk mengoperasikan alat ini ikuti langkah-langkah berikut ini :

  1. Pertama sambungkan kabel power dengan sumber listrik 220 volt 50 Hz.
  2. Sambungkan selang/pipa media pendingin yang ke pipa input media pendingin.
  3. Sambungkan selang udara ke tangki udara atau kompresor.
  4. Untuk sterilisasi masukkan air hingga filament pemanas dapat terendam.
  5. Hidupkan saklar power pemanas dengan menekan saklar pemanasn (lampu indicator saklar akan menyala merah). Tunggu sampai mendidih dan lakukan sterilisasi tanpa tekanan
  6. Jika sudah selesai keluarkan air sisa sterilisasi melalui valve output.
  7. Masukkan media yang telah disterilkan ke dalam reaktor dan tempat penginputan agar ditutup lagi.
  8. Atur suhu untuk berlangsungnya proses dengan menset besaran suhu pada pengontrol suhu.
  9. Lalu tekan saklar pengaduk dan tekan run pada speed controller serta atur putaran pengaduknya dengan memutar tombol pengatur putaran. Jumlah putaran akan terbaca/ditunjukkan pada indikator putaran. Putaran akan ditunjukkan dalam satuan frekuensi dari 0 dalam keadaan diam sampai maksimal.
  10. Atur masukan udara dengan mengatur memutar tombol pengatur aliran udara pada flowrate aerator.
  11. Tekan saklar pemanas dan atau pendingin untuk menjaga suhu media sesuai dengan yang diharapkan.
  12. Selama proses berlangsung, kondisi proses dapat dilihat melalui jendela pengintip dan sample dapat diambil melalui valve output atau sambungan sensor control.
  13. Jika proses sudah dianggap selesai, matikan semua komponen dengan urutan secara terbalik dengan cara menghidupkan.
  14. Keluarkan produk melalui valve output dengan cara membuka valve dan tampung hasilnya dari bawah.

PENANGANAN

Penanganan dan pemindahan agar dilakukan dengan hati-hati. Hindarkan bagian box control dari air atau uap air dan gram logam. Bersihkan setiap habis penggunaan.

SPESIFIKASI

Power : 220 V, 50 Hz, 2000 watt
Pengadukan : Variable speed
Pendinginan : Air
Kapasitas : 200 liter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s